Makan ikan segar, mencerdaskan kehidupan bangsa

Susi pudjiastuti, mentri kelautan dan perikanan tak pernah berhenti mengkampanyekan untuk memakan ikan karna ikan sehat dan banyak protein, serta selalu di ikuti dengan gurauan andalan “yang tidak makan ikan saya tenggelamkan”.

Sebagai alumni mahasiswa perikanan yang jadi pilihan ketiga dalam SPMB, jurusan yang di pilih oleh judi lemparan pulpen, saya perlu sedikit menuliskan bahwa pernyataan ibu memang benar, bermakna tegas tapi menyedihkan jika kita melihat tingkat konsumsi ikan masyarakat indonesia. Kita kalah jauh dari negara tetangga seperti malaysia dan singapura.

Meski meningkat ditahun sebelumnya (41kg) tetap kalah sama malaysia(70 kg per kapita per tahun) dan Singapura (80 kg per kapita per tahun), jepang ? 100 kg saudara saudara, Negara benua eropa tidak usah saya sebutkan, Sebab soal konsumsi ikan mereka bukan perbandingan. 

Belum lagi kita melihat, dan sebenarnya ini yang terpenting, dari 41 kg ikan yang di konsumsi apakah sesuai kelayakan untuk dimakan ? seperti ikan tersebut aman dari bakteri atau kuman ? bukan hasil dari tangkapan bom ? atau yang lebih keren diolah menjadi junkfood.
  
Untuk menilai itu semua, teman teman cukup jalan jalan saja ke pelelangan ikan, sesekali selfie dengan ikannya, liat suasananya. Bau amis pasti, itu mutlak untuk ikan, tapi kondisi bagaimana ikan di letakkan setelah dari kapal nelayan, sampai masuk ke pengumpul, yang kualitasnya baik langsung di diekspor atau masuk karantina ikan dan perusahaan ekspor ikan, selanjutnya tetap diekspor.

Sedangkan yang tersisa hanya kepala dan ikan yang kualitasnya jelek, seperti mata sudah merah dihinggapi lalat berkali kali di jajakan oleh paggandeng juku’ pagi pagi. ini bukan mati kelaparan di lumbung padi, tapi bunuh diri perlahan dan berencana diantara laut meriah nusantara dan ikan yang melimpah.

Coba bayangkan jika ikan yang dipancing oleh nelayan keren dan tidak takut ombak, Ikan yang segar bukan hasil dari bom, bebas bakteri, berstandar internasional dimakan oleh anak cucu kita. Yang di ekspor cukup kepalanya saja kalau memang kita belum punya industri pengolahan kepala ikan menjadi tepung.

Selain memakan ikan merupakan keseimbangan rantai makanan mahluk hidup, ikan juga memiliki nutrisi penting dalam peningkatan analisis otak anak agar penyebar hoax berkurang dan membenci tanpa alasan, kandungan ikan seperti omega 3 dapat menurunkan tekanan darah agar depresi dan serangan jantung juga berkurang. 

Kalau mau pintar harus belajar, jargon motivasi ini sudah benar tapi kalau tidak di barengi dengan nutrisi dari makanan juga dapat menyebabkan otak kekurangan gizi. Maka dari itu faktor makanan sangat penting dalam aktifitas otak manusia. Jika pintar hanya soal belajar mengapa di Finlandia yang aktifitas belajarnya sangat kurang tapi pendidikannya sangatlah maju.

Sebuah organisasi asal amerika mengumumkan tingkat kualitas hidup tertinggi ada di finlandia hal ini di dasari Indeks Perkembangan Sosial atau Social Progress Index, terbentuk dari pemenuhan kebutuhan dasar manusia, yang mencakup perawatan medis, sanitasi dan tempat tinggal. Kebutuhan dasar manusia salah satunya adalah makanan, makanan yang bergizi, higinies dan layak untuk dikonsumsi. ok sip !

Kemudian dari pada semua itu, tahukah kalian bahwa ikan merupakan sumber dari kehidupan sebab ikan berasal dari air. kalau ada ikan berasal dari darat itu namanya ikan darat. Memakan ikan yang segar adalah bentuk dari keseimbangan hidup manusia, secara genetik manusia berasal dari tanah sedangkan ikan berasal dari air. Tubuh manusia membutuhkan setidaknya 75 persen air, hal ini bisa di cukupi dengan mengkunsumsi ikan segar yang berasal dari air serta penuh nutrisi. 

Indonesia diciptakan dengan laut yang luas, ikannya banyak, selain menjaga keseimbangan hidup, juga cara kita berterima kasih dengan memakan ikan dari laut indonesia. Senada dengan apa yang dikatakan bu’ susi” Tuhan itu luar biasa adil dan akbar. Ikan di laut tidak usah kita kasih makan. Kita hanya biarkan dan kita jaga serta ambil dengan cara tidak semena-mena. Keserakahan kita harus hentikan. Inilah tugas kita bersama, mengelola dan menjaga serta mengambil hasilnya dengan kaidah yang dibenarkan," 

Nah, Sebab ikan bernafas bukan dengan insang tapi dengan izin Tuhan yang Maha Esa. Maka dari itu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kita mesti rajin mengkonsumsi ikan segar, sekali lagi ikan yang segar, yang berasal dari hasil pancingan nelayan kita yang tangkas dan pemberani.

Sulkifli 
Alumni Fakultas Perikanan UNHAS.